tentang saya....

Foto Saya
tegal, jawa tengah, Indonesia
Ayo.. cepat Belajar tuk mencapai masa depan yang cerah,,

Minggu, 26 April 2009

BAGIAN-BAGIAN DAN FUNGSI MODEM

misal pada pemasangan soundcard modem

Radio Paket dan Soundcard Modem (Bagian II)

Jaringan radio paket adalah alternatif koneksi Internet yang paling ekonomis. Jaringan ini bukannya menggunakan media sambungan telepon, melainkan menggunakan media gelombang radio, sehingga biaya telepon dapat ditekan.Pada tulisan kedua ini penulis akan menjelaskan proses instalasi modem radio soundcard yang dapat dilakukan sendiri oleh pembaca.

Instalasi Perangkat Keras

Setelah anda siapkan semua peralatan, maka saatnya sekarang merangkai peralatan tersebut. Pertama-tama yang harus dilakukan adalah menghubungkan semua komponen-komponen tadi.

Perkabelan

Gambaran kasar proses perkabelan radio paket dengan soundcard modem ini dapat dilihat pada gambar 1. Komputer harus dipasang soundcard dan dihubungkan dengan pemancar radio, ditambah dengan perlengkapan berupa PTT connector, yang akan dibahas nanti. Diagram perkabelan yang lebih detail untuk radio HT dapat dilihat pada gambar 2a, sementara untuk radio rig dapat dilihat pada gambar 2b.

PTT Connector

Perbedaan antara modem radio dan modem telepon adalah adanya tombol Push To Talk (PTT) pada modem radio. Tombol ini digunakan untuk memerintahkan pemancar untuk mulai memancarkan informasi. Setelah tombol ini ditekan, maka informasi, baik suara maupun data, dapat dikirimkan.

Soundcard modem tidak memiliki mekanisme PTT tersendiri. Hal ini diatasi dengan cara penambahan suatu rangkaian elektronika sederhana yang dinamakan PTT Circuit. PTT Circuit ini berfungsi menyalakan PTT pada pemancar jika data yang keluar dari soundcard telah siap dipancarkan.

Soundcard modem akan memberitahukan rangkaian PTT melalui beberapa cara, yaitu dengan port serial dan paralel. Gambar 3 menunjukkan diagram rangkaian PTT port serial, dan gambar 4 untuk rangkaian PTT port paralel. Apabila anda menggunakan pesawat HT, anda harus membuat rangkaian seperti pada gambar 5. Rangkaian ini cukup mudah dan dapat dibuat sendiri.

Instalasi Aplikasi Flexnet

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang beberapa file-file yang harus anda miliki.

Nama
Penjelasan
Pembuat
PCF.LZH
Archive ini berisi kernel Flexnet dan utility konfigurasi dan diagnostik lainnya
Gunter Jost,
(D)K7WJ
FLEX95.LZH
Archive ini berisi Add-On Flexnet untuk Windows95
Gunter Jost,
(D)K7WJ
FLEX95IP.LZH
Archive ini berisi Add-On TCP/IP Flexnet untuk Windows95
Gunter Jost,
(D)K7WJ
SM.LZH
Archive ini berisi driver Soundcard modem
Thomas Sailer,
HB9JNX/AE4WA
BCT.LZH
Archive ini berisi program Baycom Terminal Program
Florian Radlherr,
DL8MBT

Setelah anda mendapatkan semua file yang anda butuhkan, anda dapat membukanya dan meletakkan pada satu direktori di harddisk anda, misalnya di C:\FLEXNET.

Setting Hardware Profile

Mengapa diperlukan hardware profile ? hardware profile diperlukan karena soundcard modem dan soundcard musik menggunakan hardware yang sama, yaitu soundcard. Hardware ini hanya dapat digunakan untuk satu fungsi dalam satu waktu. Hardware profile memungkinkan anda mengganti-ganti fungsi soundcard dengan mudah, baik sebagai modem radio maupun sebagai pemain musik.

Pada contoh berikut ini penulis menggunakan soundcard ESS 1868 Plug and Play AudioDrive sebagai soundcard modem dan port serial sebagai PTT circuit.

Untuk membuat hardware profile baru, pilih tombol Start à Setting à Control Panel. Setelah itu klik icon “System” dan pilih tab ‘Hardware Profile’. Bagi komputer yang belum memiliki hardware profile, pilihan yang ada hanyalah ‘Original Configuration’. Pilih ‘Original Configuration’, lalu tekan tombol ‘Copy…’. Ganti nama ‘Original Configuration’ dengan nama yang anda inginkan.

Hardware yang akan dipakai untuk menjalankan modem radio adalah soundcard dan port PTT, baik itu serial, paralel, maupun game. Konsekuensinya, masing-masing hardware ini tidak boleh dipergunakan oleh Windows. Hardware ini akan digunakan oleh Flexnet untuk menjalankan tugasnya sebagai modem radio. Dengan menggunakan hardware profile yang berbeda, anda dapat mengaktifkan hardware ini di profile yang satu, dan mematikan hardware ini di profile yang lain.

Sekarang anda akan mematikan soundcard pada profile ‘Soundcard Modem using ESS1868 w/ Serial Port’. Caranya adalah double klik icon ‘ESS 1868 Plug and Play AudioDrive’ pada jendela “Device Manager” untuk mengeluarkan jendela ‘ESS1868 Plug and Play AudioDrive Properties’. Pada bagian ‘Device usage’ terdapat kotak yang dapat diisi dengan tanda cawang. Tanda cawang menyatakan hardware ini digunakan pada profile tertentu. Untuk mematikan soundcard tadi pada hardware profile ‘Soundcard modem using ESS1868 w/ Serial Port’, anda hilangkan tanda cawang pada kotak sebelah kiri dengan mengklik kotak tersebut. Lakukan hal yang sama pada hardware Communication Port (COM2).

Apabila telah selesai, hasilnya tampak seperti pada gambar 6. Pada profile ‘Soundcard Modem using ESS1868 w/ Serial Port’ hardware yang dimatikan diberi tanda silang. Jika anda memilih ‘Close’ pada ‘System Properties’, maka perubahan akan direkam oleh Windows dan Windows akan menganjurkan untuk merestart komputer.

Setelah Windows95 direboot, akan muncul menu yang tampaknya kira-kira seperti di bawah ini:

Windows 95 is starting...
Windows cannot determine what configuration your computer is in.
Select one of the following:
1. Original Configuration
2. Soundmodem using SoundBlaster Pro
3. Soundmodem using ESS1688 AudioDrive - Paralel Port
4. Soundmodem using ESS1688 AudioDrive - Serial Port
5. Soundcard Modem using ESS1868 w/ Serial Port
6. None of the above
Enter your choice:5

Menu ini memudahkan anda memilih konfigurasi mana yang akan digunakan. Apabila anda ingin menggunakan soundcard anda untuk memainkan musik, maka anda dapat memilih pilihan 1, sementara jika anda ingin menggunakan soundcard anda sebagai modem radio, anda harus memilih pilihan 2, 3, 4 atau 5, bergantung dari soundcard yang digunakan.

Setting Config.sys atau Autoexec.bat

Hardware profile yang anda setup sebelumnya berfungsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkan hardware yang akan dipakai oleh soundcard modem. Untuk mengaktifkan soundcard modem ini anda harus menjalankan sejumlah perintah. Adalah sangat tidak praktis untuk mengingat semua perintah ini di kepala anda, oleh karena itu anda dapat menyusun perintah-perintah ini pada file seperti AUTOEXEC.BAT atau CONFIG.SYS agar perintah-perintah ini dapat dijalankan secara otomatis sewaktu anda menyalakan komputer.

Di bawah ini disajikan dua macam cara menjalankan perintah-perintah ini, yaitu dengan bantuan file CONFIG.SYS dan AUTOEXEC.BAT. Kedua-duanya sama-sama dapat digunakan, tergantung dari konfigurasi komputer yang dipakai. Di dalam percobaan-percobaan yang penulis lakukan, penulis menemui bahwa software Flexnet sebuah komputer baru dapat berjalan apabila file konfigurasinya diletakkan pada CONFIG.SYS, sementara pada sebuah komputer lainnya software Flexnet baru dapat berjalan apabila file konfigurasinya diletakkan pada AUTOEXEC.BAT.

CONFIG.SYS

[menu]
menuitem=std,Original Configuration
menuitem=pcfsb,SoundModem using SoundBlaster Pro
menuitem=pcfess,Soundcard Modem using ESS1868 w/ Serial Port
[common]

[std]

[pcfsb]
installhigh=c:\flexnet\FLEXNET.exe
installhigh=c:\flexnet\SMSBC.EXE -b:0x220 -i:7 -d:1 -ts:0x2F8
installhigh=c:\flexnet\FLEX.exe
installhigh=c:\flexnet\SMAFSK12.exe
installhigh=c:\flexnet\FSET.exe MODE 0 1200
installhigh=c:\flexnet\FSET.exe TXDELAY 0 35
installhigh=c:\flexnet\SMMIXER.exe -s:line -o:0

[pcfess]
installhigh=c:\gold32\ESSCFG.EXE /A:220 /I:5 /D:1 /B:D /J:D /M:D
installhigh=c:\gold32\ESSVOL.EXE /V:8 /L:8 /W:8 /M:0 /C:8 /S:8 /A:0
installhigh=c:\flexnet\FLEXNET.exe
installhigh=c:\flexnet\SMSBC.EXE -b:0x220 -i:5 -d:1 -ts:0x2F8
installhigh=c:\flexnet\FLEX.exe
installhigh=c:\flexnet\SMAFSK12.exe
installhigh=c:\flexnet\FSET.exe MODE 0 1200
installhigh=c:\flexnet\FSET.exe TXDELAY 0 35
installhigh=c:\flexnet\SMMIXER.exe -s:mic -o:0

AUTOEXEC.BAT

c:\gold32\ESSCFG.EXE /A:220 /I:5 /D:1 /B:D /J:D /M:D
c:\gold32\ESSVOL.EXE /V:8 /L:8 /W:8 /M:0 /C:8 /S:8 /A:0
c:\flexnet\FLEXNET.exe
c:\flexnet\SMSBC.EXE -b:0x220 -i:5 -d:1 -ts:0x2F8
c:\flexnet\FLEX.exe
c:\flexnet\SMAFSK12.exe
c:\flexnet\FSET.exe MODE 0 1200
c:\flexnet\FSET.exe TXDELAY 0 35
c:\flexnet\SMMIXER.exe -s:mic -o:0
Instalasi TCP/IP

Setelah aplikasi Flexnet terinstall, maka anda harus menginstall TCP/IP driver stack dari Windows. TCP/IP driver stack ini membuat modem radio tadi dapat dipakai oleh aplikasi-aplikasi Internet seperti Netscape Mail dan Microsoft Outlook. Bagi pembaca yang pernah menambahkan card Ethernet untuk LAN, langkah-langkah penambahan TCP/IP driver stack ini untuk Flexnet ini sama dengan penambahan card Ethernet untuk LAN. Proses ini melibatkan tiga langkah, yaitu penambahan adapter virtual Flexnet, protokol TCP/IP dan konfigurasi IP address dan gateway.

Untuk menambahkan adapter Flexnet, pilih Start à Setting à Control Panel à Network à Add à Adapter à Have Disk. Kemudian masuk ke direktori Flexnet anda, misalnya C:\Flexnet. Pilih file ipax.inf, lalu tekan OK. Adapter akan segera diinstal pada komputer anda.

Setelah anda menambahkan adapter Flexnet, anda dapat menambahkan protokol TCP/IP. Untuk menambahkannnya, dari jendela Network, pilih tombol Add à Protocol à Microsoft à TCP/IP. Setelah protokol ini ditambahkan, jendela Network akan terlihat seperti pada gambar 7 dan anda dapat memilih properties protokol TCP/IP dengan menekan tombol “Properties”.

Ada tiga bagian penting dari properti TCP/IP yang harus anda tambahkan, yaitu IP address komputer anda , IP address gateway tujuan dan informasi DNS (Domain Name System). Contoh konfigurasi IP address dapat anda lihat pada gambar 8. Konsultasikan parameter ini dengan administrator gateway radio paket.

Setelah protokol TCP/IP selesai diinstall, tambahkan informasi gateway tujuan ke dalam Flexnet. Caranya dengan masuk ke Flexnet Control Center à IP Routes. Apabila anda melakukannya untuk pertama kali, maka anda harus memasukkan nama callsign komputer anda. Setelah selesai, pilih menu IP Routes à Edit à New Routes. Akan muncul jendela seperti pada gambar 9. Anda harus memasukkan IP address dan callsign gateway tujuan serta metoda koneksi yang anda pakai. Metoda koneksi ini ada tiga macam, yaitu :

1.Datagram : Pilihan metoda koneksi berbasis datagram. Jika kita memilih ini, maka koneksi akan dilaksanakan tanpa membangun hubungan terlebih dahulu. Pilihan ini cocok untuk jaringan radio paket yang sibuk / crowded dan lambat.
2.Virtual Circuit : Pilihan ini lebih cocok untuk jaringan radio paket point-to-point yang menderita ganggung dalam tranmisinya agar hubungan menjadi lebih reliable.
3.Virtual Circuit with TCP compression: Pilihan ini menyatakan metoda koneksi dengan kompresi pada header TCP, sehingga overhead data yang dikirimkan bisa lebih sedikit.

Pengecekan Instalasi

Setelah instalasi perangkat keras dan aplikasi Flexnet telah dilaksanakan, anda harus memastikan instalasi ini telah berjalan, sehingga stasiun radio paket anda dapat berjalan dengan baik.

Radio


Pada saat melakukan percobaan, hal pertama yang harus diperhatikan adalah memastikan sinyal yang dikirim oleh stasiun tujuan (gateway) dapat didengar oleh radio yang anda pakai, dan juga sebaliknya, sinyal yang anda kirimkan dari radio harus dapat didengar oleh stasiun tujuan (gateway). Jika dua hal ini tidak dapat tercapai, secara logika sederhana maka komunikasi sudah pasti tidak akan berjalan.

Kabel dan konektor yang menghubungkan radio dengan modem juga merupakan faktor penting dalam kesuksesan melakukan hubungan radio paket. Penulis sering menemui kegagalan hubungan antar stasiun hanya karena kabel dan konektor yang tidak tersambung dengan baik.

Flexnet Control Center


Setelah CONFIG.SYS atau AUTOEXEC.BAT dijalankan oleh sistem, Windows akan menjalankan Flexnet Control Center pada waktu startup. Jika Flexnet telah berhasil di jalankan dengan sempurna maka akan terlihat gambar “logo” Flexnet pada layar seperti pada gambar 10, kemudian gambar ini akan di-hide, namun dapat diakses kembali melalui System Tray Windows pada ujung layar sebelah kanan bawah.

Setelah itu, anda harus mengatur dua parameter penting, yaitu TXDelay dan Baudrate. Parameter Flexnet ini diatur dari Flexnet Control Center. Dengan memilih menu Tools à Parameters, maka anda dapat mengatur parameter ini.

Parameter TXDelay adalah parameter yang penting di perhatikan untuk menjamin keberhasilan komunikasi menggunakan radio paket. TXDelay adalah waktu tunda yang anda berikan sebelum modem mengirimkan data melalui radio. Mengapa waktu tunda ini di butuhkan? Waktu tunda ini digunakan untuk menjamin bahwa pada saat data dikirim ke radio, seluruh peralatan radio sudah stabil dari kondisi stand-by ke kondisi on-air. Delay yang cukup lama sering terjadi terutama di radio yang menggunakan Phase Lock Loop (PLL) karena membutuhkan waktu sekitar 200-300 ms agar rangkaian PLL stabil. Bagi radio-radio yang menggunakan kristal biasanya waktu tunda ini relatif cepat (di bawah 100ms).

SMDIAG.EXE

Untuk mengetahui apakah soundcard anda sudah dapat menerima transmisi data dari stasiun paket radio lawan atau belum, anda akan menggunakan aplikasi bernama SMDIAG.EXE. Aplikasi ini mampu melihat bentuk sinyal masukan ke soundcard. Fasilitas ini juga memudahkan anda untuk mengatur volume masukan radio atau soundcard untuk menghindari kelebihan masukan yang akan menyebabkan clipping / pemotongan sinyal yang akan merusak bentuk sinyal.

Mohon di perhatikan bahwa disini anda akan menginjeksikan langsung keluaran speaker dari radio tranceiver ke masukan mic pada soundcard. Pada rig / radio transceiver yang besar umumnya sinyal keluaran speaker cukup kuat dan bisa menghancurkan rangkaian audio pada mic soundcard, penulis lebih menyarankan menggunakan handy transceiver jika ingin sinyal masukan tersebut kecil, kalaupun tetap ingin menggunakan radio transceiver besar – mohon digunakan volume sekecil mungkin.

Untuk melihat apakah soundcard dapat memonitor / men-decode transmisi data dari stasiun lawan, anda jalankan SMDIAG.EXE. Akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Yang harus dilakukan adalah:

1.Pilih ‘Display Input’ dengan menekan angka 1.
2.Pilih ‘Display trace only when DCD on:off’ dengan menekan angka 4.

Jika telah muncul suatu sinyal kontinyu berwarna hijau, maka soundcard telah berfungsi sebagai modem radio. Tampak pada gambar 11 adalah contoh tampilan sinyal tersebut pada layar. Kebetulan pada saat gambar ini di ambil tidak ada sinyal yang masuk ke soundcard sehingga sinyal yang ada hampir datar, hanya ada sedikit gelombang dari noise yang masuk.

Jika soundcard mendecode / menerima transmisi data yang dikirim oleh stasiun lawan, maka akan muncul gambar seperti di bawah ini. Perhatikan tulisan D di ujung kanan atas layar yang menyatakan ‘Decode’. Artinya soundcard berhasil mendecode transmisi data yang masuk. Terlihat pada gambar 12 sinyal dengan dua macam kerapatan yang berbeda. Dua kerapatan yang berbeda ini menunjukkan adanya dua frekuensi yang masing-masing menyatakan keadaan 1 dan 0.

BC
T.EXE

Setelah soundcard mampu mendecode data, langkah selanjutnya adalah men-check apakah soundcard mampu berkomunikasi dua arah. Artinya stasiun lawan bisa menerima transmisi yang anda kirimkan.

Untuk mengirimkan data, anda harus meninjeksikan sinyal dari speaker soundcard ke mic dari pesawat pemancar radio dan juga rangkaian PTT untuk menyala matikan pemancar. Harap diperhatikan bahwa sebagian soundcard yang ada di pasaran umumnya mempunyai daya keluaran yang cukup besar untuk di hubungkan ke speaker, jika sinyal sebesar itu di sambungkan ke Mic dari radio transceiver kemungkinan akan menghancurkan peralatan audio dari radio transceiver yang anda miliki.

Untuk mengetest apakah PTT Circuit telah bekerja dengan baik, anda dapat menggunakan aplikasi bernama BCT.EXE. BCT adalah kepanjangan dari BayCom Terminal Program.

Setelah aplikasi BCT.EXE dijalankan, akan muncul jendela seperti pada gambar 13. Jendela terbagi atas tiga bagian. Bagian atas pertama merupakan tempat pengguna memasukkan perintah-perintah. Bagian tengah merupakan tempat penunjuk status koneksi. Bagian bawah merupakan tempat tracing.

Untuk berkomunikasi dengan stasiun terdekat, anda gunakan perintah [Esc] (C)onnect . Sebagai contoh, untuk menghubungi stasiun YB1ZX anda harus memasukkan perintah [Esc] CONNECT YB1ZX.

Perhatikan bahwa [Esc] berarti anda harus menekan tombol Escape pada keyboard. Setelah perintrah dimasukan maka tidak lama kemudian akan muncul tanda SEND pada layar. Apabila PTT Circuit anda bekerja dengan baik, radio anda semestinya akan mengudara dan data akan dipancarkan setelah melalui TXDelay yang di set (misalnya 200ms). Jika hubungan berhasil dilakukan maka akan muncul informasi CONNECTED TO YB1ZX. Artinya stasiun yang anda miliki sudah terhubung pada jaringan AX.25 pada stasiun YB1ZX.

Selanjutnya anda dapat mengirimkan kata-kata / informasi ke stasiun lawan (YB1ZX). Jika stasiun tujuan (YB1ZX) berada dalam keadaan stand-by dan monitor pada frekuensi, YB1ZX akan memberikan sinyal balasan, dan akan terdengar suara yang unik, dan di layar muncul tulisan INFO TRANSFER seperti yang terlihat pada gambar 14, yang berarti anda telah berhasil mengirimkan informasi / kata-kata ke stasiun YB1ZX menggunakan protokol AX.25.

Untuk menghentikan hubungan komunikasi melalui AX.25 dengan stasiun lawan (YB1ZX), anda harus meng-ketikkan [Esc] DISCON. Sesaat setelah perintah DISCON di ketikan, maka stasiun anda akan mengirimkan permohonan ke stasiun lawan (YB1ZX) untuk memutuskan hubungan. Pada layar akan informasi bahwa stasiun anda berada pada kondisi ‘Disc Request’, dan jika permohonan di kabulkan oleh stasiun lawan (YB1ZX) beberapa saat kemudian akan terdengar suara yang berbeda yang menyatakan hubungan telah selesai.

Pada saat hubungan dengan stasiun lawan (YB1ZX) telah dihentikan maka pada layar akan tampil tulisan ‘Disconnected’. Semua ini menunjukan bahwa interaksi dengan stasiun lawan menggunakan protokol AX.25 dapat dilakukan dengan baik. Jika hubungan dengan yang dilakukan pada lapisan AX.25 ini berhasil dengan baik maka kemungkinan besar komunikasi menggunakan TCP/IP yang di jalankan di atas AX.25 juga akan berhasil dengan baik – tentunya jika tidak ada kesalahan setting yang cukup fatal.

Bagian aplikasi BCT.EXE mengakhiri tulisan kedua ini. Pada bagian terakhir akan dijelaskan mengenai setting TCP/IP, sehingga stasiun radio paket dengan soundcard ini dapat digunakan untuk layanan Internet, seperti email.

PING.EXE

Perintah yang digunakan untuk mencheck hubungan TCP/IP adalah PING pada DOS prompt. PING pada prinsipnya mengirimkan sejumlah byte data ke stasiun tujuan dan mencheck apakah stasiun tujuan mengirimkan kembali byte data yang kita kirimkan tersebut dan mencatat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pengiriman data tersebut. Adapun parameter PING yang tersedia adalah sebagai berikut:


C:\WINDOWS>ping

Usage: ping [-t] [-a] [-n count] [-l size] [-f] [-i TTL] [-v TOS]
[-r count] [-s count] [[-j host-list] | [-k host-list]]
[-w timeout] destination-list

Options:
-t Ping the specifed host until stopped.
To see statistics and continue - type Control-Break;
To stop - type Control-C.
-a Resolve addresses to hostnames.
-n count Number of echo requests to send.
-l size Send buffer size.
-f Set Don't Fragment flag in packet.
-i TTL Time To Live.
-v TOS Type Of Service.
-r count Record route for count hops.
-s count Timestamp for count hops.
-j host-list Loose source route along host-list.
-k host-list Strict source route along host-list.
-w timeout Timeout in milliseconds to wait for each reply.


Selanjutnya kita coba mem-PING gateway radio paket yang akan digunakan dengan perintah seperti di bawah ini:


C:\>PING -t -l 10 -w 2000 44.132.80.1


Akan keluar pesan seperti pada gambar 15. Arti dari perintah PING di atas adalah ping tanpa berhenti sampai dihentikan oleh user dengan ukuran panjang byte data yang dikirim sebesar 10 byte dan delay 2000 ms alias 2 detik, untuk host 44.132.80.1. Setelah ping dilaksanakan, akan dikirim paket-paket data yang digunakan untuk mengetes baiknya hubungan host anda dengan host lawan, dalam hal ini 44.132.80.1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar